Motor Klotok – Klotok , Berikut Cara Memperbaiki Lifter Assy Tensioner yang Rusak

Sejeworks – Salam oprex dan salam satu asphal, kali ini kita akan ngomongin lifter assy tensioner yang sering kali membuat mesin sepeda motor klotok – klotok. Kalau mendengar istilah motor klotok – klotok kayaknya geli – geli gimana gitu bro… he… Sebab istilah klotok – klotok sering kali dijadikan meme (bahan ejekan) untuk motor dengan merk tertentu, he… kalau ngga percaya coba saja masuk ke group hujat otomotif dipesbuk. Group pesbuk yang isinya para pecinta, pemilik dan fans akut alias fansboy pada merk -merk tertuntu. Grop ini mempunyai member diatas 100 K dan bahan postingannya mengejek motor – motor dari berbagai merk, saran gua jangan baperan jika kuda besi tunggangan dan kebanggaan lo jadi bahan ejekan. 



Eh …. kayaknya ngelanturnya sudah terlalu jauh, jadi kembali lagi ke lifter assy tensioner yang mulai lemah sehingga menimbulkan suara klotok – klotok. Tensioner yang lilitan seng / zinknya lemah dan patah akan membuat kinerja dari tensioner tidak maksimal. Sehingga tensioner tidak menekan lidah keteng dan keteng secara makasimal, dan lebih parahnya lagi tensioner tersebut tidak menyentuh sama sekali lidah keteng. Kalau sudah begini dan tidak adanya penggantian atau perbaikan, maka akan membuat suara mesin menjadi kasarr / noise. Efek yang paling parah jika tensioner rusak dan keteng molor, yaitu klep dan piston akan bertabrakan. Kalau sudah begini maka untuk memperbaikinya akan membutuhkan banyak dana dan memakan waktu yang lama, sebab harus bongkar mesin atas.

Cara Memperbaiki Tensioner yang Rusak 

Ada beberapa cara untuk memeperbaiki tensioner yang rusak, ya sebut saja trik berhemat atau akal – akalan supaya tensioner masih bisa dipakai untuk sementara atau sementahun dan selamanya he.... Secara umum ada 3 trik untuk memodifikasi tensioner supaya bisa menonjok dengan maksimal, yang pertama yaitu melilit ulang tensioner terutama bagian lilitan seng. Cara kedua mengganti cara kerja tensioner dan yang ketiganya dengan mengganjal baud pada sisi penonjok lidah keteng. Dari ketiga cara tersebut mempunyai beberapa resiko ya bro… nah untuk lebih jelasnya langsung saja check it dot ya bro…

Lilit Ulang Tensioner yang Rusak

Cara ini yang paling murah dan bisa diandalkan jika motor lo mengalami rusak tensioner atau penojok keteng lemah, sering kali tensioner yang tidak menonjok ke lidah keteng. Disebabkan karena lilitan seng didalam tensioner mengalami patah atau putus pada bagian pengunci awal dari stelan tensioner. Jika lilitan seng patah, melilit ulang adalah solusi termurah dan hasilnya juga cukup memuaskan, tensioner bisa dipakai kembali. Tapi cara ini kurang ampuh jika kondisi lilitan tersebut tidak patah sama sekali, maka kemungkinan yang menyebabkan tensioner tersebut tidak kuat nenekan lidah keteng dan keteng berasal dari lilitan seng yang telah lemah.

Tensioner Ganjel Mur

Tensioner yang diganjel mur biasanya dipasang pada lifter tensioner assy yang sudah mulai lemah, bukan patah pada lilitan seng. Cara seperti ini, sering kali dipakai para biker’s untuk mengurangi suara berisik pada mesin, bisa dikatakan agar suara mesin jadi adem tidak klotok – klotok. Tensioner ganjel mur untuk jangka pendek memang terbukti ampuh untuk mengurangi suara mesin klotok – klotok, ingat itu jangka pendek ya bro…. Biasanya kalau sudah 6 bulanan, suara mesin akan kembali klotok – klotok lagi. Selain itu tensioner ganjel mur akan membuat keteng / rantai mesin menjadi mulur dan paling parah rantai mesin bisa putus. 

Rubah Sistem Kerja Tensioner

Pada umumnya sistem kerja tensioner membutuhkan oli mesin untuk membantu menekan lidah keteng dan keteng, tensioner didesain tidak terlalu keras dan tidak terlalu lemah agar usia pakai keteng dan lidah keteng bisa bertahan lama. Secara umum ada 3 jenis tensioner yang dipakai oleh pabrikan, yang pertama jenis suling, klik atau pegas dan lilitan seng. Untuk jenis tensioner lilitan seng, sering kali dilakukan perubahan pada sistem kerjanya. Yaitu dengan mengganti lilitan seng dengan baud 10 sebagai pengganti penonjok lidah keteng, model tensioner seperti ini biasanya dipakai pada motor – motor kompetisi / balap. 

Tapi ada sisi kurangnya bro, mungkin jika digunakan pada motor – motor kompetisi tidak menjadi masalah. Sebab motor kompestisi / balap, untuk sekali pakai putaran bisa dilakukan bongkar mesin sampai 4 kalai atau bahkan lebih. Nah, jika lo mau memakai jenis tensioner seperti ini, apakah harus bongkar mesin terus untuk melakukan satu kali perjalanan. Tentu saja tidak bukan, tapi jika lo tetap memaksakan memakai jenis tensioner yang dimodifikasi dengan menggunakan baud 10mm sebagai penonjoknya. Maka sebaiknya gunakan untuk motor – motor tua saja, jangan dipakai buat motor – motor mahal atau masih berumur muda. Sebab resikonya bisa merembet ke komponen mesin lainnya. 

Nah, untuk lebih jelasnya tonton video dibawah ini ya bro dan jangan lupa tinggalkan komen, like, share dan subscribenya ya bro. Ya itung – itung lo bantuin blog dan channel ini bisa berkembang menjadi lebih baik lagi.



Akhir kata dari gua, patuhi protokol covid, jaga kesehatan, makan makanan bergizi dan tetap selalu keep riding no arogan. Hormati para pejalan kaki dan pengendara lainnya, salam oprex dan salam satu asphal wor.. wor...  


   




 

Komentar