Cara Menyetel Karburator Sepeda Motor, Honda Supra X 125, Revo 110 dan Blade 110

Sejeworks – Salam oprex dan salam satu asphal, setting karburator atau menyetel karburator adalah hal yang lumrah dilakukan saat kita melakukan service ringan. Motor boros dan sering mati – matian, juga sering kali menjadi penyebab dilakukan penyetalan karburator. Penyetelan karburator akan maksimal dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti kondisi busi, filter udara yang mampet dan ukuran celah stelan klep. Apakah benar ketiga faktor tadi berpengaruh ? Iya sangat berpengaruh, walaupun kadang tidak dirasa saat digunakan oleh para biker.

Langsam atau kondisi stationer yang naik turun tidak stabil, merupakan hal yang paling ringan dari faktor – faktor diatas. Selain itu saat biker tutup gas, kondisi rpm akan turun dengan sangat lambat. Jadi untuk mendapatkan hasil stelan karbu yang maksimal, usahakan kondisi busi dan filter udara masih dalam keadaan baik atau paling tidak kedua part tersebut dibersihkan dari kotoran. 



Sebelum kita mulai ngomong kesana – kemari, pada artikel ini kita akan menggunakan bahasa mekanik bengkel. Jadi istilah air iddle screw dan temen – temannya kita hilangkan ya bro, kita ganti dengan istilah yang biasa didengar ya…. Walaupun terdengar agak absurd. Seperti stelan angin dan stelan langsam, tapi pada dunia nyata angin tidak bisa distel ya bro… kecuali kipas angin he… he...

Sebenarnya artikel ini ditujukan untuk Honda Supra X 125, Kirana, Kharisma, Revo 110 dan teman deketnya he… Tapi jika kebetulan motor lo Yamaha Jupiter Z, Suzuki Shogun 110 dan motor – motor lainnya, harap berhati – hati ya bro… Jangan asal putar – putar stelan karbu saja, sebab ada 2 jenis karburator yang biasa dipakai oleh motor – motor pabrikan jepun. Ada karburator Keihin dan karburator Mikuni, karburator Keihin biasanya dipakai oleh motor – motor pabrikan Honda, sedangkan Mikuni biasanya dipakai oleh motor Suzuki dan Yamaha. Tapi jangan jadikan ini sebagai pegangan ya bro, sebab Yamaha juga kadang memakai karburator Keihin. 

Sebelum kita melakukan penyetelan karburator, maka kita harus tahu mana posisi stelan angin dan stelan langsam. Sebab kalau kita tahu mana posisi stelan angin dan mana stelan langsam, bisa dipastikan hasil penyetelan karbu akan menjadi bahan guyonan he… he…. Untuk mengetahui mana baut stelan angain dan mana baut stelan langsam, kita bisa dengan melihat posisi baut stelan yang tegak lurus skep gas karburator (piston karburtor). Baut stelan yang lurus dengan skep gas karburator, adalah baut untuk menyetel stelan langsam / stasioner. Tapi sebelumnya pada tahu ngga bro, apa itu kondisi stasioner atau langsam pada sepeda motor. Kondisi langsam yaitu posisi dimana sepeda motor bisa dalam kondisi hidup, tanpa menarik grip gas, secara gampangnya begini bro. Saat biker’s berkendara tiba – tiba ketemu lampu merah, maka secara otomatis biker’s tersebut akan menurunkan grip gas (tidak manteng / menarik gas). Jika stelan langsam motor tersebut benar maka motor tidak akan mati, tapi jika posisi stelan langsam dari motor tadi salah maka motor akan mati.

Stelan angin pada setiap karburator berbeda – beda hal ini tergantung merk atau pabrikan dari karburator tersebut, untuk karburator Keihin stelan angin berada dibelakang dari stelan langsam. Sementara untuk karburator Mikuni, stelan angin biasanya berada dibagian depan dari stelan langsam. Jadi jangan sampai salah ya bro, perhatikan dan cari tahu terlebih dahulu baut sebelahmana yang meupakan baut stelan langsam. Baru menentukan baut stelan angin, baut setelan angin berfungsi untuk memasok hasil pengkabutan bahan bensin / bahan bakar. Memutar baut stelan angin dan stelan langsam kedalam / kanan, berarti memperbesar suplay bahan bakar. Sebaliknya memutar baut stelan angin dan stelan langsam ke luar / ke kiri, berarti memperkecil suplay bahan bakar. Nah biar lebih jelasnya langsung saja kita eksekusi, check it dot ya bro.

Cara Menyetel Karburator Sepeda Motor

Sebelum kita melakukan penyetelan karburator, untuk mempermudah pekerjaan posisikan motor pada standar tengah / standar 2. setelah itu lepas cover – cover yang menghalangi baut stelan langsam dan stelan angin dari karburator.    

Kemudian siapkan obeng min kecil / stelan angin dan hidupkan sepeda motor.

Putar dengan memakai obeng min kecil pada stelan langsam kearah dalam / kekanan sampai 2500 - 3000 Rpm, saat kondisi 2500 - 3000 rpm gas motor akan gede. Sehingga suaranya suara knalpot akan keras, hal ini sangat wajar ya bro jadi ngga usah panik.

Setelah itu putar stelan angin kearah dalam / kanan, jika stelan angin sudah mentok ke dalam jangan dipaksa. 

Dengan cepat putar kembali kearah kiri / keluar agar mesin tidak mati saat posisi stelan angain mentok. Putar keluar stelan angin sebanyak 1 ½ putaran untuk tipe motor bebek, sebenarnya putaran stelan angin yang benar yaitu titik rpm tertinggi sesuai dengan permintaan mesin. Hal ini bisa dilihat dari takometer, tapi takometer biasanya hanya terdapat pada motor – motor sport, untuk motor – motor bebek dan matic bisa menggunakan part takometer variasi.

Kalau ngga punya takometer bisa menggunakan feelingmater he…. Sensornya berupa sinar cahaya lampu depan dan suara raungan mesin saat memutar stelan angain. Untuk cara gampangnya jika feeling meter lo belum dapat, bisa dengan memutar stelan angin sebanyak 1 ½ putaran.

Langkah selanjutnya putar stelan langsam sampai 1.200 Rpm, karena yang lagi kita omongin motor bebek jadi sebagia patokannya yang terpenting motor bisa langsam dan ngga mati – matian.

Selanjutnya pasang kembali cover body yang tadi dilepas.

Stelan Kering & Stelan Basah Pada Karburator

Istilah stelan kering dan stelan basah sering kali kita dengar saat melakukan penyetelan karburator, ok kita bahas sedikit apa itu stelan basah dan stelan kering. Langsung saja check it dot ya bro...  

Stelan Basah Karburator

Stelan basah pada kerburator disebabkan karena bensin lebih banyak yang tercampur dalam pengkabutkan bahan bakar, hal ini bisa karena lubang pilot jet dan main jet yang lebih besar. Selain itu stelan angin yang terlalu dalam saat penyetelan karburator menjadi penyebabnya, akibat dari stelan basah pada karburator. Yaitu bensin yang menjadi boros, ruang bakar yang cepat tertumpuk kerak – kerak sisa bahan bakar dan knalpot yang mengeluarkan asap berwarna hitam. Efek baiknya, mesin tidak cepat panas karena bensin membantu proses pendinginan, suara mesin tidak menggelitik / knocking.     

Stelan Kering Pada Motor Karburator

stelan kering merupakan kebalikan dari stelan basah, dimana stelan angin / iddle air screew diputar terlalu keluar dan lubang – lubang pilot jet dan main jet yang terlalu kecil. Penyetalan karburator yang terlalu kering akan membuat bensin menjadi lebih irit tapi akan membuat mesin motor menjadi cepat panas. Dan biasanya akan menimbulkan knocking sehingga akan membuat mesin menjadi cepat rusak. 

Ada 3 cara untuk merubah stelan basah dan stelan kering pada karburator, cara yang pertama yaitu dengan memutar stelan angin / iddle air screw. Cara ini terbilang paling mudah dan tidak mengeluarkan biaya. Cara kedua yaitu merubah ukuran pilot jet, main jet dan ukuran jarum skep. Nah untuk cara ketiga ini agak ekstream ya bro, cara ini biasanya dilakukan dengan menyogok atau rojoh alias memperbesar lubang main jet memakai kawat dan alat alainnya. Selain itu cara ekstream juga dilakukan dengan meremer lubang venturi.     

Mencari stelan yang pas untu mesin dan karburator yang telah dimodifikasi, sangatlah susah bro. Harus trail eror atau mencoba berbagai ukuran stelan main jet dan pilot jet yang pas, sesuai dengan permintaan mesin istilahnya tidak ngok atau bahkan brebet. Biasanay jika lo melakukan hal ini maka kemungkinan besar lo bakalan menjadi colector main jet dan pilot jet he… he… Tapi ada pabrikan spare part racing yang bermarkas di Sentul telah menyediakan karburator universal berserta beberapa ukuran pilot jet dan main jet.  

Nah, biar ada gambaran cara penyetelan karburator yang pas sesuai dengan permintaan mesin. Silahkan tonton video dibawah ini ya bro dan jangan lupa tinggalkan komen. Like dan sharenya ya bro…




Akhir kata dari gua tetep keep riding no arogan, hormati para pejalan kaki, salam oprex dan salam satu asphal. Wor… wor... 

Komentar